Minggu, 21 Maret 2010

WHY THE RICHEST MAN IN BABYLON HAS MADE ME & YOU RICH?

--sebuah aformasi--

Buku kecil ukuran 20x15cm tak lebih besar dari buku tulis sekolah yang biasa dipakai anak-anak sekolahan, yang terabaikan sejak 4,5 tahun lalu setelah saya bayar untuk saya adopsi dari sebuah toko buku diskon di ujung utara jalan lingkar Jogja. Hmmm…4,5 tahun waktu yang cukup lama…
:) Yah cukup…bahkan sangat cukup sekali…opps teramat sangat cukup sekali…bagi saya untuk bisa menghasilkan kekayaan…. dan kelimpahan…. Wowww...

There are no accident!Yess, tangan ini tertuju pada setumpukan buku-buku yang sudah dibaca ataupun masih sekedar pajangan akibat lapar mata saat membelinya he..he.. – buku yang sempat saya perawani baru sampai bagian 2 – menarik minat saya kembali untuk memberikan sentuhan hangat dengan hasrat yang cukup menggebu. “The Richest Man In Babylon” karangan George S. Clason . Karya klasik yang tak lekang oleh jaman… Luar biasa sekali!!

Awal dari pembuka buku ini menohok sekali bagi saya, yang notabene punya masalah dengan pengelolaan keuangan….(baca: boross :D). Beri saya sedikit atau seberapa banyak pun…pasti habis tak tersisa bahkan minus….. Parah sekali.. Tapi saya menyadari ini takkan bagus jika terus berlanjut dengan episode-episode yang monoton seperti ini. Harus ada suatu langkah sederhana untuk melakukan sebuah perubahan sederhana yang tidak sederhana dampaknya– one small step can change our life – langkah yang aman bagi otak saya untuk menerima perubahan… :D

Strategi yang minimal 4,5 tahun lalu sudah saya ketahui dan tak pernah dilakukan…ironis sekali bukan? Padahal langkahnya teramat sederhana . Sisihkan sepersepuluh dari pendapatan untuk membayar diri sendiri!

“MENYISIHKAN SEPERSEPULUH DARI SELURUH PENDAPATAN UNTUK MEMBAYAR DIRI SENDIRI.”


Apa yang dimaksud membayar diri sendiri? Bukankah sudah barang tentu kita biasa dan sudah selalu melakukan “membayar diri sendiri” ini? Mari kita lihat, apakah memang benar kita sudah membayar diri kita sendiri? Sebut saja ketika kita menerima penghasilan dari hasil karya & kerja kita, lalu membelanjakan untuk kebutuhan kita sehari-hari seperti makan, baju, buku, pulsa, bensin, etc.

Membeli makan, artinya kita membayar kepada penjual makanan, pembuat makanan, petani, dsb.; membeli baju berarti kita membayar pada penjual baju, penjahitnya, pengrajin kain, dkk. ; membeli buku artinya kita membayar penulisnya, penerbit, pemilik & karyawan toko buku, distributor, dkk. ; membeli pulsa sama dengan membayar penjual pulsa, agen, reseller, dan semacamnya; membeli bensin sama artinya kita membayar tukang bensin,pengusaha pom bensin, produsennya, dll..

Lalu kapan kita membayar diri kita sendiri?^^

Jawabannya adalah dengan menyisihkan sepersepuluh penghasilan kita untuk menciptakan harta benda bagi masa depan kita maupun keluarga kita.
Langkah yang pada dasarnya mudah…yang biasanya akan terlihat tidak mudah pada awalnya…dan Ingat hanya awalnya saja! :)

Bagaimana kita bisa menyisihkan sepersepuluh dari seluruh pendapatan kita, dan tetap masih bisa merasa berkelimpahan?…membelanjakan sembilan persepuluhnya untuk keperluan dan kesenangan? Teringat kata-kata seorang rekan: “…untuk tidak nyandang, dan menabunglah !” atau dengan kata lain sering diistilahkan orang Jawa “prihatin”. Biarpun itu benar ada nya, tapi pikiran saya belum bisa menerima, karena terasa dibatasi untuk menikmati dan merasakan kelimpahan itu. Jika harus menahan atau prihatin, itu menjadikan kita merasakan bahwa kita masih dalam kondisi kurang, tidak cukup dan harus berhemat…

Jadi, dalam konteks ini saya kurang sepakat untuk merasakan perasaan PRIHATIN, karena menurut saya itu membawa saya ke arah perasaan kekurangan, dan tidak berkelimpahan :D. Yang enteng saja, syukur…& be heppy… ^^
Jadi boleh dunk kalau kita mau nyandang, beli buku, ikut kursus, bersenang-senang, jalan-jalan, karaokean, wisata kuliner, atau sekedar perawatan diri di salon? He.he.. :D
Bagi saya, sebagian besar kesenangan saya adalah investasi…( pelatihan, course, buku, etc. ) karena bertujuan mengupgrade keahlian dan hoby yang bisa saja menjadi sumber mata air lainnya…. :D Mungkin begitu juga dengan Anda :)

Peluang dan uang ada dimana-mana! Tinggal ambil saja.

“UANG DATANG DENGAN MUDAH DAN SERING PADA SAYA & ANDA!!”


So, Be Extraordinary Things!! And we are….:)

Salam extraordinary,
budiextraordinary

Label: , ,

Rabu, 17 Maret 2010

Terus BELAJAR dari yang TERBAIK

Terimakasih TUHAN…Engkau telah memberikan saya seribu satu peluang yang memberikan pada saya seribu satu kesempatan untuk suatu perubahan yang lebih baik. Tak pernah tahu sebelumnya,bahwa jalan ini yang akan menjadi jalan hidup saya. Yang terbayangkan hanya hasil akhir dari apa yang saya inginkan…hmmmm kebahagian, pencapaian, aktualisasi diri,dan kesuksesan dalam setiap segi kehidupan – hubungan, pertumbuhan pribadi, keuangan, dan kesehatan. Jika biasanya kita tak asing dengan kalimat “tak pernah terbayangkan” dan menurut saya itu tidak tepat karena apa yang terjadi itu lah hasil dari apa yang kita bayangkan. Menyadarinya ataupun tidak. Renungkan…. :)

Harapan saya untuk bertemu, belajar, dan bergaul dengan orang-orang terbaik di dunia, selalu memberikan inspirasi untuk terus beraksi. Ini menjadi suatu dorongan tersendiri bagi saya dalam menjalani hidup. Satu persatu, apa yang saya mau mulai mewujud. Dari awalnya dimana saya tidak tahu –sama sekali – bagaimana ini akan terjadi, namun semua mulai nampak, bahwa impian saya semakin dekat. Dan setiap saya berjalan, saya berjalan, mengemudikan diri saya lebih dekat ke arah kesuksesan. Dari novel best seller karangan Bang Donny Dhirgantoro , judul nya yang sangat irit – 5 cm – kutipan yang saya suka:

“Gantungkan dan letakkan impian kita tepat 5 cm di depan mata kita—menggantung….mengambang…5 centimeter… di depan kening kita….Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kita. ”

Dekat sekali bukan? 5 cm saja!!!! It’s very close…to achieve…

Menggantungkan impian kita 5 cm mengambang di depan kening dan mata kita…membantu kita mengalami persaan begituuuu dekat dengan pencapaian impian kita….membantu kita merasakan sensasinya… Wooowwww…luar biasa… seolah-olah kita tinggal menunggu detik-detik mewujudnya impian kita…dan yakin hampir 100% impian itu pasti terwujud…dan ada jaminan bahwa itu pasti berhasil….!!!! :)

Belajar…belajar…dan teruz belajar…. Ide-ide besar merupakan hasil dari gabungan berbagai hal yang kita pelajari.

"Orang kreatif ingin tahu segala sesuatu: sejarah kuno, matematika abad ke-19, teknik produksi terkini, cara merangkai bunga, dan pasar masa depan. Karena dia tidak pernah tahu, kapan ide-ide itu bergabung membentuk sebuah ide baru."
- Carl Ally -


Saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang terbaik, kalau saya sebutkan mereka sebagai “amazing person” dalam hidup saya… they are very extraordinary people…begitu ikhlas, tulus, dan sangat menginspirasi….bersedia memberikan segala ilmu yang dimiliki, mau berbagi dengan seorang anak ingusan seperti saya, yang mau mempercayai bahwa saya akan berhasil…. Terimakasih tiada tara nya untuk orang-orang besar ini, yang sungguh mulia dan luas sekali jiwanya…. :)

Tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa syukur ini…. Yang pasti pertemuan dengan Sang Guru – guru kehidupan – bukanlah hal yang kebetulan. There are no accident! Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Semua hal yang terjadi kita sendiri yang menariknya terjadi. Saya kira tepat sekali ungkapan ini. Saya sangat mengimpikan untuk menjadi bagian dari komunitas orang-orang besar di dunia. Saya menjadi bagian darinya, berkumpul,belajar, berbagi, dan melakukan hal-hal besar & luas pengaruhnya. Menyenangkan sekali. Terbayang saya tersenyum puas dan bangga :)itu selalu memberikan semangat yang sangat powerfull.

Pernahkah Anda membayangkan ketika Anda berada dalam suatu komunitas atau perkumpulan dimana itu adalah sebuah perkumpulan orang-orang yang memiliki kepantasan untuk diberikan penghargaan yang tinggi…dan kita ada di dalam perkumpulan itu, menjadi bagian darinya…Anda dapat merasakan betapa bangganya diri Anda? Yahhh seperti itulah yang terbayang dalam pikiran saya…. :)

Menghargai setiap pemikiran dan cara pandang setiap orang , sipapun itu – orang yang sangat mengispirasi kita – adalah hal yang sangat bijaksana. Ini melatih kita untuk mengerti jalan dan cara pikir orang-orang besar. Mengapa orang ini bisa besar? Bagaimana mereka menjadi besar, kuat, dan luas pengaruhnya? Juga ketika kita memahami bagaimana orang-orang yang belum besar berfikir, pola seperti apa yang mereka lakukan, kita juga akan belajar dari hal itu, mengapa mereka tetap dan masih saja belum tumbuh, besar dan tinggi?

Mengalahkan sebuah rasa takut, memang tidak selalu mudah. Dan faktanya, segala sesuatu hanya terlihat sulit pada awalnya saja, selanjutnya it is a great experience…great feeling and unbelievable :) Coba saja Anda ingat-ingat kapan terakhir Anda hendak mulai melakukan sesuatu, pada awalnya yang muncul adalah kekhawatiran, rasa takut tidak berhasil, ragu-ragu, deg-degan, lemas…hampir-hampir Anda menyerah sebelum bertanding….dan biasanya Anda akan kelelahan sebelum melakukan…atau bahkan Anda malah sudah memutuskan untuk beristirahat sebelum lelah. Namun ketika Anda memutuskan untk lakukan…menerobos pada dinding zona aman Anda….dan duarrrrrrrr……. Anda berhasil melakukannya…Anda berhasil melewatinya…Anda berhasil mengalahkan ketakuatan, dan prasangka Anda…. Perasaan apa yang muncul? Pikiran apa yang timbul? Anda akan berkomentar “Ternyata nggak sesusah itu ya?” atau “Ternyata gampang kog”…. Pernah? :)

Misalkan saja, waktu itu saya masih kelas 6 SD atau 5 SD – tidak terlalu ingat – pada saat kelas olah raga kami diminta untuk lari jarak pendek…. Siapa yang tercepat menempuh jarak sekian meter. Waktunya akan dicatat. Saya tidak tahu, saya hanya terpikir saya bisa lari secepat kuda…awalnya juga deg-degan….walhasil saya bisa melampaui larinya teman laki-laki satu kelas saya yang sudah jelas dia memang jago nya :)
Kemudian saat lompat tinggi….ya….lompat tinggi…cukup menantang….ketakutan yang muncul…yang dirasa seorang anak SD….pada saat hendak melompat…jangan-jangan nanti saya jatuh…jangan-jangan nanti saya nggak nyampe, terus…nabrak tongkat pembatas…sakit…malu…campur aduk…tapi setelah lari….dan lompat rasanya tidak seburuk itu… malahan menjadi ketagihan untuk mencoba lagi…mencoba melakukan lagi…apakah bisa lebih tinggi…dengan cara bagaimana biar bisa melompat lebih tinggi…dan seketika itu rasa takut jatuh…sakit…nabrak tongkat…malu ditertawakan…hilang seketika dan digantikan dengan senyuman lebar penuh harapan…dan keyakinan…”yesss tenyata aku bisa…coba lagi ahhh…” :)

So, teruslah BELAJAR dari yang TERBAIK – dari apa atau siapa pun– dan MELAKUKAN yang TERBAIK.

Be Extraordinary Things! And we are…. :)

Salam extraordinary,
budiextraordinary

Label: ,