WHY THE RICHEST MAN IN BABYLON HAS MADE ME & YOU RICH?
--sebuah aformasi--
Buku kecil ukuran 20x15cm tak lebih besar dari buku tulis sekolah yang biasa dipakai anak-anak sekolahan, yang terabaikan sejak 4,5 tahun lalu setelah saya bayar untuk saya adopsi dari sebuah toko buku diskon di ujung utara jalan lingkar Jogja. Hmmm…4,5 tahun waktu yang cukup lama…
:) Yah cukup…bahkan sangat cukup sekali…opps teramat sangat cukup sekali…bagi saya untuk bisa menghasilkan kekayaan…. dan kelimpahan…. Wowww...
There are no accident!Yess, tangan ini tertuju pada setumpukan buku-buku yang sudah dibaca ataupun masih sekedar pajangan akibat lapar mata saat membelinya he..he.. – buku yang sempat saya perawani baru sampai bagian 2 – menarik minat saya kembali untuk memberikan sentuhan hangat dengan hasrat yang cukup menggebu. “The Richest Man In Babylon” karangan George S. Clason . Karya klasik yang tak lekang oleh jaman… Luar biasa sekali!!
Awal dari pembuka buku ini menohok sekali bagi saya, yang notabene punya masalah dengan pengelolaan keuangan….(baca: boross :D). Beri saya sedikit atau seberapa banyak pun…pasti habis tak tersisa bahkan minus….. Parah sekali.. Tapi saya menyadari ini takkan bagus jika terus berlanjut dengan episode-episode yang monoton seperti ini. Harus ada suatu langkah sederhana untuk melakukan sebuah perubahan sederhana yang tidak sederhana dampaknya– one small step can change our life – langkah yang aman bagi otak saya untuk menerima perubahan… :D
Strategi yang minimal 4,5 tahun lalu sudah saya ketahui dan tak pernah dilakukan…ironis sekali bukan? Padahal langkahnya teramat sederhana . Sisihkan sepersepuluh dari pendapatan untuk membayar diri sendiri!
“MENYISIHKAN SEPERSEPULUH DARI SELURUH PENDAPATAN UNTUK MEMBAYAR DIRI SENDIRI.”
Apa yang dimaksud membayar diri sendiri? Bukankah sudah barang tentu kita biasa dan sudah selalu melakukan “membayar diri sendiri” ini? Mari kita lihat, apakah memang benar kita sudah membayar diri kita sendiri? Sebut saja ketika kita menerima penghasilan dari hasil karya & kerja kita, lalu membelanjakan untuk kebutuhan kita sehari-hari seperti makan, baju, buku, pulsa, bensin, etc.
Membeli makan, artinya kita membayar kepada penjual makanan, pembuat makanan, petani, dsb.; membeli baju berarti kita membayar pada penjual baju, penjahitnya, pengrajin kain, dkk. ; membeli buku artinya kita membayar penulisnya, penerbit, pemilik & karyawan toko buku, distributor, dkk. ; membeli pulsa sama dengan membayar penjual pulsa, agen, reseller, dan semacamnya; membeli bensin sama artinya kita membayar tukang bensin,pengusaha pom bensin, produsennya, dll..
Lalu kapan kita membayar diri kita sendiri?^^
Jawabannya adalah dengan menyisihkan sepersepuluh penghasilan kita untuk menciptakan harta benda bagi masa depan kita maupun keluarga kita.
Langkah yang pada dasarnya mudah…yang biasanya akan terlihat tidak mudah pada awalnya…dan Ingat hanya awalnya saja! :)
Bagaimana kita bisa menyisihkan sepersepuluh dari seluruh pendapatan kita, dan tetap masih bisa merasa berkelimpahan?…membelanjakan sembilan persepuluhnya untuk keperluan dan kesenangan? Teringat kata-kata seorang rekan: “…untuk tidak nyandang, dan menabunglah !” atau dengan kata lain sering diistilahkan orang Jawa “prihatin”. Biarpun itu benar ada nya, tapi pikiran saya belum bisa menerima, karena terasa dibatasi untuk menikmati dan merasakan kelimpahan itu. Jika harus menahan atau prihatin, itu menjadikan kita merasakan bahwa kita masih dalam kondisi kurang, tidak cukup dan harus berhemat…
Jadi, dalam konteks ini saya kurang sepakat untuk merasakan perasaan PRIHATIN, karena menurut saya itu membawa saya ke arah perasaan kekurangan, dan tidak berkelimpahan :D. Yang enteng saja, syukur…& be heppy… ^^
Jadi boleh dunk kalau kita mau nyandang, beli buku, ikut kursus, bersenang-senang, jalan-jalan, karaokean, wisata kuliner, atau sekedar perawatan diri di salon? He.he.. :D
Bagi saya, sebagian besar kesenangan saya adalah investasi…( pelatihan, course, buku, etc. ) karena bertujuan mengupgrade keahlian dan hoby yang bisa saja menjadi sumber mata air lainnya…. :D Mungkin begitu juga dengan Anda :)
Peluang dan uang ada dimana-mana! Tinggal ambil saja.
“UANG DATANG DENGAN MUDAH DAN SERING PADA SAYA & ANDA!!”
So, Be Extraordinary Things!! And we are….:)
Salam extraordinary,
budiextraordinary
Label: money, prosperity, rich

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda