Kamis, 30 Oktober 2014

SELF PUBLISHING, Unlock Your Mental Block!!


Bagi seorang yang mencintai dunia tulis menulis, menelorkan sebuah karya adalah sesuatu hal yang berharga. Entah mempublikasikan melalui artikel di media, memenangkan lomba, atau yang lebih membanggakan adalah menerbitkan karyanya dalam sebuah buku. Otomatis hal ini menjadikan kita tidak lagi sekedar menulis namun mampu mengubah predikat baru, menjadi sang Penulis. 

Antara mudah dan tidak gampang memang. Persoalannya bukan hanya terletak pada skill ataupun seberapa sukses buku kita akan diborong pembaca. Namun kesuksesan awal adalah bagaimana kita menghasilkan satu karya perdana yang menjadi trigger bagi lahirnya karya-karya berikutnya. Inilah yang barangkali sering dialami oleh banyak penulis pemula. Mental block!! 

Sebuah bongkahan batu besar akan mudah untuk dihancurkan menjadi bulir-bulir pasir yang lembut ketika sedikit demi sedikit ia dipecah menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil. Pecahan bongkahan pertama akan memudahkan bongkahan berikutnya, dan begitu seterusnya. Serupa dengan proses menghasilkan sebuah maha karya. Menakhlukkan penghalang besar mental kita, seperti menghancurkan bongkahan batu besar penghalang dalam benak kita. Memulai hal sederhana, bertindak secara sederhana, dan memikirkan yang sederhana mampu menjadi kunci pembuka pintu gerbang mental kita untuk masuk dan membuka pintu-pintu karya berikutnya.

Robert Maurer (2006) menceritakan tentang Michael Ondaatje, penulis novel The English Patient, menggunakan pertanyaan-pertanyaan sederhana saat ia duduk untuk memulai menulis novelnya. “Saya tidak memikirkan tema yang hebat dalam kepala saya,” katanya (sebuah pertanyaaan yang bergaung di antara penulis hebat). Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sederhana akhirnya menuntunnya pada karakter yang luar biasa alami dan kompleks dan menghasilkan novel yang dapat banyak penghargaan. 

Menerbitkan buku, pembahasan yang sangat menarik bagi para penulis. Tentu saja karena buku adalah karya nyata bagi penulis. Dia adalah prasasti bagi penulis. Menembus penerbit besar dan ternama bisa jadi merupakan impian setiap penulis. Namun menuju ke sana sungguh diibaratkan seperti memecah bongkahan batu besar dalam sekali pukul. Haha… berat meski bisa. 

Otak manusia memiliki suatu mekanisme pertahanan diri. Terhadap sesuatu hal yang besar dan mengancam membuatnya akan lari. Sehingga strategi untuk menyederhanakan langkah dan mengelabui mekanisme otak kita adalah melakukan tindakan-tindakan sederhana yang akan memicu lahirnya karya-karya besar dunia. 

Self publishing adalah salah satu pilihan. Mudah, murah, dan nyata. Menghancurkan mental block dengan pembuktian bahwa kita mampu menelorkan karya. Meski bukan dengan penerbit raksasa, namun otak tak bisa mengelak bahwa kita telah berhasil mengukir prasasti - menerbitkan sebuah buku perdana. Bahkan tak jarang pula buku-buku fenomenal lahir dari penerbit yang tak dikenal. Jadi bukan persoalan siapa penerbitnya, namun soal lahirnya karya kita. Pokoknya terbit saja, itu sudah cukup menjadi peletakan batu pertama, bagi pembangunan sebuah istana megah sekalipun. Unlock Mental Block dengan karya nyata yang sederhana. Self Publishing solusi bagi kita penulis pemula. Ada banyak penerbit tersebar sebagai pilihan. Salah satunya bisa kita lihat di http://www.rasibook.com/p/tentang-kami.html

Sebuah kalimat mutiara yang pernah saya temukan dari buku saku berjudul Inspiring Words oleh Ida Prastiowati (2006), mampu mengispirasi dan mengubah believe saya dalam menjalani hidup.
"Peluang akan menggandakan diri ketika diraih. Akan mati jika diabaikan. Hidup adalah sebuah garis peluang yang panjang." (John Wicker)
Sekecil apapun kesempatan bahkan yang dirasa sepertinya sia-sia tiada guna, ternyata ketika dioptimalisasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya akan mengantarkan kita kepada kesempatan berikutnya. Membangun kepercayaan pada diri, sebagai sebuah pembuktian bahwa kita BISA!! Selamat dan sukses berkarya :)

Daftar Pustaka 
Maurer, Robert. 2006. Satu Langkah Sederhana Dapat Mengubah Hidup Anda (One Small Step Can Change Your Life): Cara Kaizen. Batam: Interaksara. 
Prastiowati, Ida. 2006. Inspiring Words. Yogyakarta: Indonesia Cerdas.